FOKUS: Liverpool Dikejar Waktu

Yang tidak berpihak pada Liverpool saat ini adalah waktu yang terus berkurang.

22 Mar 2011 11:56:00

Steven Gerrard, Liverpool
Steven Gerrard, Liverpool
Sejak Kenny Dalglish datang, Liverpool berubah total. Grafik penampilan lebih stabil, skuad lebih kompak, tidak lagi bergantung pada satu pemain dan semangat bertanding juga optimisme kembali meninggi.

Bisa dibilang Dalglish sudah banyak membawa perubahan positif di tim. Hasilnya Liverpool kini punya peluang untuk kembali ke jajaran empat besar Liga Primer Inggris.

Dalglish seakan memberikan sentuhan magis pada tim ini. Sejak dia bergabung, Liverpool sudah menorehkan 20 angka dari sepuluh pertandingan. Jika sedikit berandai-andai, Dalglish menukangi tim sejak awal musim, dan bisa membawa tim memiliki rata-rata penampilan dan performa yang sama seperti yang ditunjukkannya saat ini, Liverpool bisa duduk di peringkat dua dengan 60 angka.

Well, itu bukan fakta. Yang ada saat ini adalah Liverpool berada di peringkat enam, masih tertinggal delapan angka dari penghuni batas bawah zona Champions, Manchester City. Liverpool mengoleksi 45 angka dari 30 laga.

Namun fakta lain yang juga harus dicermati adalah Liverpool menunjukkan perkembangan positif. Dalam bertahan misalnya, sejak Dalglish memimpin, setengah dari Liverpool berakhir dengan clean sheets. Sementara di lini depan, pemain selalu bisa mencetak gol di kompetisi domestik. Hal ini berbeda 180 derajat dari rezim Roy Hodgson tentunya.

Tanpa mendiskreditkan manajer sebelumnya, Dalglish sepertinya bisa mengembalikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang di tim. Tapi harus diakui keberadaan Luis Suarez ikut menjadi katalis dari performa tim di musim ini.

Luis Suarez - bisa jadi penentu sukses Liverpool

Penyerang asal Uruguay itu secara statistik bermain lebih efektif dibanding striker papan atas lain yang bergabung di bursa transfer musim panas. Jika dibandingkan dengan Edin Dzeko di Manchester City dan Fernando Torres di Chelsea, Luis Suarez memiliki nilai rapor penampilan yang lebih baik. Saat Dzeko dan Torres kesulitan menjebol gawang lawan, Luis Suarez sudah mencetak dua gol dari lima laga dan beberapa kali assists.

Liverpool juga tak lagi bergantung pada satu pemain. Dalam hal ini adalah kasus Steven Gerrard dan Torres. Sebelumnya, saat kedua pemain ini absen, Liverpool bak kelabakan. Sepertinya mereka tak punya pemimpin dan pemain andalan di lapangan.

Tapi, Dalglish mengubah mental tersebut dengan menjadikan kekuatan tim sebagai pilar utama. Hengkangnya Torres dan absennya Gerrard saat ini terbukti tak memengaruhi penampilan tim. Menekuk Sunderland 2-0 pekan lalu bisa menjadi bukti.

Hanya saja, Liverpool tetap memiliki masalah yang sepertinya akan sulit dipecahkan. Masalah itu adalah waktu. Liverpool tak punya banyak waktu untuk bisa mewujudkan mimpi mereka kembali bermain di kompetisi papan atas antarklub terbaik Eropa musim depan.

Seperti diketahui banyak orang, di awal musim, Liverpool memasang target bisa berlaga di Liga Champions. Namun sampai saat ini, peringkat enam masih menjadi posisi mereka.

Dengan kompetisi yang menyisakan delapan pekan lagi, Liverpool diprediksi akan kesulitan mewujudkan target tersebut. Waktu memang menjadi masalah utama Liverpool saat ini.

Tapi bukan Liverpool namanya jika langsung menyerah. Dalglish berkali-kali menyatakan jika timnya akan berjuang sampai kompetisi sepenuhnya berakhir untuk mewujudkan apa yang ditargetkan pihak klub. Pantang menyerah, berkomitmen dan kerja keras.

Hanya saja, Liverpool juga harus berharap adanya campur tangan dewi fortuna untuk mewujudkan ekspektasi itu. Bukan hanya untuk mereka sendiri, tapi juga pada Tottenham Hotspur, Manchester City bahkan Chelsea. Harapannya, Dewi Fortuna menjegal mereka.

Bisakah Liverpool mewujudkan asa mereka itu? Bisa atau tidak, fans mereka akan tetap melagukan teriakan semangat yang sama, 'You'll Never Walk Alone'.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar